Memperluas Cakrawala Pendidikan Farmasi: Kunjungan Benchmarking STIFAR ke Management and Science University (MSU) dan University of Cyberjaya (UoC) Malaysia

Semarang, 22 September 2025 – Dalam rangka mendorong peningkatan mutu pendidikan pascasarjana dan infrastruktur penelitian, delegasi Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFAR) Semarang sukses melaksanakan kunjungan benchmarking ke Malaysia. Rombongan STIFAR mengunjungi Management and Science University (MSU) dan University of Cyberjaya (UoC), fokus pada adopsi praktik terbaik global di bidang kefarmasian, terutama yang relevan untuk tingkat Magister dan kolaborasi riset.
- Mengkaji Integrasi Akademik dan Industri di MSU

Kunjungan pertama di MSU berfokus pada model pendidikan yang berorientasi pada industri dan layanan klinis. Delegasi STIFAR disambut di ruang pertemuan dan memulai diskusi intensif.
Wawasan Kunci dari MSU:
1. Model Teaching Pharmacy: STIFAR meninjau langsung MSU Pharma, sebuah apotek yang terintegrasi di dalam kampus dan berfungsi sebagai unit layanan kesehatan serta laboratorium praktik klinik bagi mahasiswa . Konsep ini sangat menarik untuk diadopsi di tingkat Magister Farmasi Klinis, memastikan mahasiswa mendapatkan hands-on experience dalam pelayanan, konseling, dan manajemen apotek.

2. Manajemen Fasilitas Akademik: Peninjauan dilakukan di perpustakaan dan fasilitas pelayanan farmasi kampus. Delegasi mempelajari sistem manajemen sumber daya akademik yang mendukung mahasiswa pascasarjana dalam mengakses literatur dan melakukan kajian klinis.
3. Potensi Kerjasama Joint Research: Pembahasan mendalam dilakukan mengenai peluang kolaborasi penelitian lintas negara, khususnya di bidang farmakologi dan bahan alam, yang diharapkan dapat menghasilkan publikasi bersama di jurnal internasional bereputasi.

- Meninjau Infrastruktur Riset Modern di University of Cyberjaya (UoC)

Pada kunjungan selanjutnya, fokus beralih ke UoC, sebuah institusi yang unggul dalam pemanfaatan teknologi dan dukungan infrastruktur riset.
Fokus Utama di UoC:
1. Laboratorium Standar Internasional: Delegasi STIFAR melakukan tur ekstensif ke fasilitas laboratorium UoC . Laboratorium ini dirancang modern dengan peralatan mutakhir, menunjukkan komitmen UoC terhadap penelitian dan praktikum tingkat lanjut. Pengamatan ini memberikan panduan berharga bagi STIFAR dalam merencanakan pengembangan laboratorium untuk mendukung tesis Magister dan proyek penelitian dosen.

2. Strategi Hilirisasi Penelitian: Diskusi mengulas strategi UoC dalam mendorong dosen dan mahasiswa Magister untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya dipublikasikan, tetapi juga dapat dihilirisasi menjadi produk atau paten. Model benchmarking ini penting untuk memperkuat peran STIFAR dalam inovasi kesehatan.
3. Rencana Pertukaran Akademik: Pertemuan ditutup dengan kesepakatan untuk menjajaki program pertukaran dosen (faculty mobility) dan kuliah tamu (guest lecture), guna memberikan perspektif global kepada mahasiswa Magister STIFAR .
Tindak Lanjut dan Komitmen Peningkatan Mutu
Kunjungan benchmarking ke MSU dan UoC memberikan panduan strategis yang jelas bagi STIFAR, terutama dalam konteks pengembangan program Magister. Wawasan mengenai integrasi praktik klinis (MSU) dan infrastruktur riset modern (UoC) akan menjadi dasar bagi:
1. Pengembangan Kurikulum Magister: Memperkaya mata kuliah dengan studi kasus klinis dan metodologi penelitian mutakhir.
2. Peningkatan Fasilitas: Mengadopsi standar pengelolaan dan perencanaan laboratorium yang lebih baik untuk mendukung tesis penelitian mahasiswa.
3. Jalur Kolaborasi Internasional: Membuka peluang co-supervision (pembimbingan bersama) tesis Magister dengan dosen dari Malaysia.
Langkah-langkah ini menegaskan komitmen STIFAR untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan pascasarjana, menghasilkan lulusan Magister Farmasi yang berintegritas, berdaya saing global, dan siap berkontribusi pada pengembangan ilmu kefarmasian di Indonesia.
