
Workshop Farmasi: Bekali Mahasiswa Magister Stifar Semarang Penguasaan Instrumen Laboratorium Mutakhir
Semarang, 15 Januari 2026 – Program Studi Magister (S-2) Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (Stifar) Yayasan Pharmasi Semarang sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Workshop Farmasi: Pengenalan Laboratorium dan Instrumen”. Kegiatan ini dirancang khusus untuk memperkuat kompetensi teknis dan pemahaman mendalam mahasiswa magister mengenai penggunaan instrumen riset tingkat lanjut.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus Stifar ini menghadirkan dua pakar sebagai pemateri utama: Dr. apt. Erna Prasetyaningrum, M.Sc. dan Dr. apt. Bekti Nugraheni, M.Sc.
Pendekatan Teoretis: Kemometrik dan Sediaan Parenteral

Workshop dimulai dengan sesi pemaparan materi inti yang krusial bagi penelitian farmasi modern. Dalam sesinya, Dr. apt. Bekti Nugraheni, M.Sc. membedah topik “Peran Analisis Kemometrik dalam Penelitian Sains Farmasi”. Beliau menekankan pentingnya kemometrik dalam menyederhanakan data multivariat yang kompleks, khususnya hasil dari kromatografi dan spektroskopi, agar lebih mudah diinterpretasikan melalui reduksi dimensi.
Di ruangan yang berbeda, Dr. apt. Erna Prasetyaningrum, M.Sc. menyampaikan materi mengenai “Kompatibilitas Sediaan Parenteral”. Materi ini sangat relevan bagi mahasiswa yang memfokuskan diri pada farmasi klinik, guna memastikan keamanan dan efikasi obat dalam bentuk injeksi atau infus.

Eksplorasi Langsung di Laboratorium
Puncak dari workshop ini adalah sesi pengenalan instrumen di laboratorium. Mahasiswa diajak untuk melihat langsung, berdiskusi, dan memahami mekanisme kerja berbagai perangkat canggih yang menjadi tulang punggung riset farmasi.

Mahasiswa tampak antusias saat melakukan observasi langsung pada alat-alat seperti FTIR (Fourier-transform Infrared Spectroscopy) dan instrumen densitometri. Diskusi interaktif terjadi antara mahasiswa dan instruktur mengenai teknis preparasi sampel hingga pembacaan data hasil instrumen.
Harapan untuk Riset Masa Depan
Melalui workshop ini, Program Studi Magister Farmasi Stifar berharap mahasiswa tidak hanya menguasai teori di kelas, tetapi juga memiliki kepercayaan diri tinggi dalam mengoperasikan instrumen laboratorium untuk kebutuhan tesis dan penelitian ilmiah lainnya.

“Penguasaan terhadap instrumen seperti HPLC, GC/MS, hingga Kemometrik adalah kunci untuk menghasilkan riset farmasi yang berkualitas dan berdaya saing global,” ujar salah satu pemateri di sela-sela kegiatan.
Kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat akselerasi riset tesis mahasiswa dan memastikan lulusan Magister Farmasi STIFAR memiliki daya saing tinggi di industri, lembaga penelitian, maupun instansi kesehatan.
