
Wujudkan Generasi Sehat, Mahasiswa Magister Farmasi STIFAR Gelar Edukasi Bahaya Minuman Kemasan dan Cek Kesehatan di Desa Banyumeneng
DEMAK – Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Tim Mahasiswa Magister Farmasi Klinik, Program Studi Magister Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFAR) Yayasan Pharmasi Semarang sukses menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 14 Januari 2026 ini bertempat di Desa Banyumeneng, Kabupaten Demak. Mengusung tema besar “Sosialisasi Dampak Minuman Kemasan terhadap Kesehatan Ginjal dan Diabetes: Solusi Asupan Bergizi untuk Anak”, acara ini dihadiri oleh puluhan warga yang antusias, didominasi oleh ibu-ibu dan anak-anak setempat.
Menilik Bahaya di Balik Minuman Kemasan
Dalam pemaparannya, tim mahasiswa menekankan kekhawatiran mengenai meningkatnya tren konsumsi minuman kemasan yang tinggi gula dan zat aditif di kalangan masyarakat, termasuk anak-anak. Konsumsi yang berlebihan secara terus-menerus diketahui menjadi pemicu utama risiko penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes melitus dan gangguan fungsi ginjal sejak dini.
Sebagai langkah preventif, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya memilih asupan bergizi sebagai pengganti minuman manis untuk anak-anak di Desa Banyumeneng. Edukasi ini menyasar para ibu sebagai pemegang kendali nutrisi keluarga agar lebih selektif dalam memberikan jajanan kepada anak.
“Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa apa yang praktis belum tentu sehat. Penting bagi orang tua untuk menyadari bahwa asupan tinggi gula pada minuman kemasan dapat membebani kerja ginjal dan meningkatkan kadar gula darah anak,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa saat memberikan sosialisasi.
Solusi Asupan Bergizi bagi Anak

Tak hanya memaparkan risiko, tim Magister Farmasi STIFAR juga memberikan solusi konkret mengenai asupan bergizi. Warga diajak untuk kembali mengutamakan air putih dan olahan pangan lokal yang lebih sehat sebagai alternatif minuman manis.
Dalam dokumentasi kegiatan, terlihat para mahasiswa memberikan penjelasan interaktif. Selain edukasi secara lisan, tim juga membawa contoh produk asupan bergizi untuk diperkenalkan kepada para ibu di Desa Banyumeneng sebagai bagian dari pemenuhan nutrisi anak yang tepat.
Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Konsultasi

Guna memberikan dampak langsung, kegiatan ini juga memfasilitasi warga dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Berdasarkan pantauan di lokasi, antusiasme warga terlihat sangat tinggi saat mengikuti rangkaian pemeriksaan yang meliputi:
- Pengecekan Parameter Vital: Mahasiswa melakukan pemeriksaan tekanan darah (tensi), pengecekan kadar gula darah, kolesterol, hingga asam urat untuk deteksi dini penyakit tidak menular.
- Konsultasi Farmasi: Warga berkesempatan berkonsultasi langsung dengan mahasiswa Magister Farmasi mengenai kondisi kesehatan mereka dan penggunaan obat-obatan yang tepat.
- Pelayanan Terpadu: Proses pemeriksaan dilakukan secara terorganisir dengan melibatkan interaksi hangat antara mahasiswa dan masyarakat setempat yang telah mengantre sejak pagi.
Aktivitas Fisik: Senam Kebugaran Bersama

Tak Lupa, tim mahasiswa juga mengajak warga untuk mempraktikkan gaya hidup aktif melalui sesi senam bersama. Di bawah bimbingan para mahasiswa, ibu-ibu warga Desa Banyumeneng tampak antusias mengikuti setiap gerakan senam di halaman terbuka. Aktivitas ini ditekankan sebagai bagian penting dalam menjaga metabolisme tubuh dan membantu mengontrol kadar gula darah.
Antusiasme Warga Desa Banyumeneng

Kegiatan ini disambut hangat oleh warga. Hal ini terlihat dari banyaknya warga yang duduk berkumpul menyimak pemaparan materi. Selain mendapatkan ilmu, warga juga berkesempatan melakukan konsultasi singkat terkait pola konsumsi harian keluarga mereka.
Harapannya, melalui sinergi antara edukasi, pemeriksaan medis, dan aktivitas fisik ini, STIFAR Yayasan Pharmasi Semarang berharap dapat mendorong perubahan pola hidup yang lebih sehat di Desa Banyumeneng. Kesadaran akan bahaya minuman kemasan diharapkan tidak hanya menjadi informasi sesaat, namun menjadi kebiasaan baru demi masa depan kesehatan ginjal dan pencegahan diabetes di masyarakat.
Tentang Program: Kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum dan bentuk dedikasi Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFAR) Yayasan Pharmasi Semarang dalam mengaplikasikan ilmu farmasi klinik langsung ke tengah masyarakat.
